![]() |
| Ustad Mujiarto, sedang menyampaikan materi tentang Kemuhammadiyahan dan Adab ke Santri Baru MBS Trenggalek/ Foto: Candra |
MBSMU.com – Setelah mengikuti sosialisasi pencegahan perundungan dan bullying, rangkaian Forum Ta'aruf dan Orientasi Santri (FORTASI) 2026 di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek Kampus Putra, Selasa (14/7/2026), dilanjutkan dengan penyampaian materi Kemuhammadiyahan dan Adab oleh Mujiarto, M.Pd.I. selaku Kepala MA Muhammadiyah Trenggalek.
Dalam materinya, Mujiarto menjelaskan bahwa nama Muhammadiyah berasal dari kata Muhammad yang ditambah akhiran -iyah, yang berarti para pengikut Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, setiap warga Muhammadiyah diharapkan mampu meneladani akhlak, ajaran, dan perjuangan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengulas sejarah lahirnya Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan Islam yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, salah satu penyebab bangsa Indonesia tertinggal pada masa penjajahan adalah lemahnya kualitas pendidikan. Karena itu, Muhammadiyah berupaya membangun sistem pendidikan yang maju dengan menghadirkan pembaruan melalui tokoh-tokoh seperti K.H. Ahmad Dahlan (yang semasa kecil bernama Muhammad Darwis) dan Syekh Ahmad Surkati, yang membawa semangat pembaruan pendidikan Islam agar masyarakat Indonesia terbebas dari kebodohan dan mampu bangkit dari sistem penjajahan.
Yang akrab disapa Ustad Mujiarto ini menjelaskan bahwa, Muhammadiyah tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama. Melalui perpaduan tersebut, Muhammadiyah berupaya mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlak mulia.
Selain itu, ia menegaskan bahwa salah satu prinsip utama Muhammadiyah adalah menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagai bagian dari tanggung jawab seorang muslim.
Pada akhir penyampaian materi, Ustad Mujiarto mengingatkan pentingnya adab dalam kehidupan seorang santri. Menurutnya, adab tidak hanya tercermin dari kesantunan dalam berbicara, tetapi juga kesopanan dalam bertindak. Dengan memiliki adab yang baik, santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui materi Kemuhammadiyahan dan Adab ini, para santri baru diharapkan semakin memahami nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari selama menempuh pendidikan di Muhammadiyah Boarding School Trenggalek. [Tim Redaksi]

COMMENTS