![]() |
| Kegiatan Fortasi Berupa Sosialisasi Pencegahan Perundungan (Bullying)/ Foto: Alif |
MBSMU.com – Memasuki hari kedua Forum Ta'aruf dan Orientasi Santri (FORTASI) 2026, santri baru Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek Kampus Putra mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan perundungan (bullying), Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran para santri untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Materi disampaikan oleh Syafira Puri Ramadhani, M.Psi., dosen STKIP Trenggalek yang juga pernah bertugas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sidoarjo. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perundungan atau bullying masih menjadi persoalan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental korban.
Menurutnya, korban bullying dapat mengalami tekanan psikologis berupa rasa takut, cemas, khawatir berlebihan, hingga kehilangan rasa percaya diri. Oleh karena itu, setiap warga sekolah dan pesantren memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya perundungan dalam bentuk apa pun.
Syafira juga menjelaskan berbagai bentuk perilaku bullying yang sering dijumpai. Bullying verbal meliputi tindakan menghina, mengejek, mencaci, dan menjelek-jelekkan orang lain. Sementara bullying nonverbal atau fisik dapat berupa memukul, menendang, mencubit, maupun tindakan lain yang menyakiti seseorang secara fisik.
Tidak hanya memberikan materi, Syafira mengajak seluruh peserta mengikuti sesi renungan sebagai upaya membantu menyembuhkan luka psikologis akibat pengalaman perundungan. Melalui sesi tersebut, para santri diajak untuk saling memaafkan, menghargai sesama, dan membangun lingkungan pertemanan yang sehat serta penuh empati.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pemateri sebagai harapan agar seluruh santri MBS Trenggalek mampu menjadi pribadi yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta bersama-sama mewujudkan lingkungan pesantren yang bebas dari perundungan dan bullying. [Tim Redaksi]

COMMENTS