Pesan Implisit Qs. At- Taubah Ayat 128, Penting Untuk Para Guru

Menjadi pendidik (guru) itu susah-susah gampang, Jika dibilang susah ya susah, dibilang gampang ya gampang. Penentu keduanya ada pad...
Pesan Implisit Qs. At- Taubah Ayat 128, Penting Untuk Para Guru
Menjadi pendidik (guru) itu susah-susah gampang, Jika dibilang susah ya susah, dibilang gampang ya gampang. Penentu keduanya ada pada niat dan motivasi pendidik itu sendiri. Salah niat bisa menjadi faktor penyebab susahnya jadi pendidik. innamal a’malu binniyat, segala sesuatu tergantung pada niatnya. Orientasi utama terhadap sesuatu yang bersifat material (gaji, insentif, sertifikasi) merupakan salah satu bentuk kesalahan dalam menata niat seorang pendidik. Bukannya guru tidak boleh menerima gaji atas pekerjaannya, namun jangan sampai hal itu (materi, red) menjadi tujuan utama. Karena hakikatnya mendidik itu adalah panggilan hati. Untuk itu sebelum terjun menjadi seorang pendidik, pastikan dulu jiwa dan semangat seorang pendidik sudah tertancap kuat dalam diri. Profesi pendidik adalah profesi yang mulai. Salah satu adagium mengatakan guru pahlawan tanpa tanda jasa. Artinya memang bukan tanda jasa yang seharunya dikejar mati-matian oleh seorang guru, namun dedikasi mencerdaskan kehidupan bangsa, membimbing peserta didik menjadi manusia-manusia cerdas dan bermoral adalah tujuan utama.

Untuk menumbuhkan jiwa dan semangat sebagai seorang pendidik yang sebenarnya, belajar tentang keteladanan mutlak diperlukan. Keteladanan itu bisa muncul dari mana saja dan dari siapa saja. Namun sebaik-baik keteladanan, tentu ada dalam diri Rasulullah Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam Qs. Al Ahzab ayat 21 yang artinya “Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu”.

Berbicara tentang keteladanan hidup rasulullah SAW, Drs. H Wicaksono, M.Pd.I menjelaskan tantang karakter pendidik yang ada pada diri rasulullah SAW pada kajian rutin mingguan MBS Trenggalek, Jum’at (28/10) lalu. Menurut wakil ketua PDM Trenggalek itu, karakter pendidik rasulullah tersirat dalam Qs. At Taubah ayat 128. “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. Ayat tersebut secara eksplisit memang tidak mengatakan tentang profesi rasulullah SAW sebagai seorang guru, namun secara implisit karakter mulia seorang pendidik ada pada beliau. Bagaimana penjelasannya?

Pak Wicak (panggilan akrab Wicaksono) menjelaskan bahwa dalam ayat diatas terdapat tiga karakter pendidik dalam diri rasulullah SAW. Karakter pertama adalah memiliki rasa simpati atau empati yang tinggi. Hal itu bisa kita lihat dari terjemahan ayat diatas yang berbunyi berat terasa olehnya penderitaanmu. Artinya Rasulullah SAW adalah orang yang sangat mempedulikan nasib kaumnya atau dalam arti lain rasa simpati maupun empati kepada umat sangatlah tinggi. Sifat itu hendaknya juga dimiliki oleh seorang pendidik. Simpati terhadap siswa yang kurang mampu, peduli pada siswa yang lemah ekonomi. “Jangan sampai terjadi lagi anak putus sekolah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan, sementara para gurunya tidak ada yang peduli”. Begitu kata pak Wicak.

Pesan Implisit Qs. At- Taubah Ayat 128, Penting Untuk Para Guru

Karakter kedua rasulullah SAW berdasarkan ayat diatas adalah semangat yang tinggi membawa ummatnya selamat dunia akhirat. Pada ayat diatas ada Allah SWT mengatakan bahwa Rasulullah SAW sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Artinya, rasulullah SAW punya keseriusan dalam mebina umat agar kokoh imannya, kuat tauhidnya. Sebab iman itulah seorang muslim akan selamat hidupnya dunia akhirat. Bagi guru ikhwal semangat ini bisa dimaknai sebagai semangat dalam mendidik murid-muridnya. Seorang pendidik sudah selayaknya punya mimpi agar kelak murid-muridnya mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik, sukses dalam menempuh ujian, dan yang paling penting siswa itu tumbuh menjadi individu yang berakhaq mulia. Untuk mewujudkan mimpi itu dibutuhkan modal semangat yang tinggi dalam diri seorang pendidik, tanpa semangat, hal itu mustahil akan terwujud.

Keteladanan ketiga dari rasulullah SAW yang harus dipelajari oleh guru adalah sifat welas asih dan penyayang. Terjemahan pada akhir ayat diatas berbunyi “amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. Dalam catatan sirah nabawiyah pernah diceritakan bahwa ketika rasulullah mendakwahkan Islam di Mekah al mukarromah, beliau mendapat tantangan yang amat berat; dimusuhi, dicaci-maki, dilempar kotoran unta oleh orang-orang kafir bahkan mau dibunuh. Namun rasulullah SAW tidak dendam, tidak benci pada mereka. Justru didoakanlah orang-orang yang memusuhinya itu, agar kelak mendapat hidaya Allah SWT. Hal itu menunjukkan betapa rasulullah adalah orang yang sangat welas asih dan penyayang kepada ummatnya. Bahkan kepada orang-orang yang memusuhinya.

Begitupula seorang guru. Dalam menjalankan tugas mulia itu, hendaknya guru juga mengasah karakter welas asih dan penyayang kepada para muridnya. Beragam latar belakang, sifat dan karakter murid yang ada dalam sekolah. Ada yang pandai, ada yang kurnag pandai, ada yang jujur ada juga yang suka bohong, ada yang nakal, bahkan ada yang kurang ajar terhadap gurunya. Namun senakal-nakalnya murid, mereka tetaplah anak-anak yang masih dalam proses belajar. Seorang guru hendaknya belajar bersabar dalam menghadapi heterogenitas sifat dan karakter murid. Dan kesabaran itu muncul karena rasa sayang. Berat memang, namun itulah kemuliaan seorang guru. Tahan amarah dan lebih-lebih jangan sampai benci terhadap murid, jika hal itu terjadi, berarti kita telah gagal dalam proses pendidikan. Maka selain mendidik, seyogyanya guru juga tak bosan-bosan mendoakan murid-muridnya, agar kelak mereka berubah menjadi anak-anak yang baik. Dallin

COMMENTS

Name

Aksi,66,Artikel Pendidikan,11,Informasi,38,Kabar Persyarikatan,25,Kajian,29,Prestasi,25,Tahukah Kamu?,21,
ltr
item
MBS TRENGGALEK: Pesan Implisit Qs. At- Taubah Ayat 128, Penting Untuk Para Guru
Pesan Implisit Qs. At- Taubah Ayat 128, Penting Untuk Para Guru
https://2.bp.blogspot.com/-BJ7PsZaI8Mk/W9pr8FT8_3I/AAAAAAAABVI/KHg1EltG1mY6EToJQiZ48PxDO0MnTU4cwCLcBGAs/s1600/Drs.%2BWicaksono%252C%2BM.Pd.I..jpeg
https://2.bp.blogspot.com/-BJ7PsZaI8Mk/W9pr8FT8_3I/AAAAAAAABVI/KHg1EltG1mY6EToJQiZ48PxDO0MnTU4cwCLcBGAs/s72-c/Drs.%2BWicaksono%252C%2BM.Pd.I..jpeg
MBS TRENGGALEK
https://www.mbsmu.com/2018/10/pesan-implisit-qs-at-taubah-ayat-128.html
https://www.mbsmu.com/
https://www.mbsmu.com/
https://www.mbsmu.com/2018/10/pesan-implisit-qs-at-taubah-ayat-128.html
true
120059883317363549
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content