![]() |
| Pembukaan Kegiatan Rapat Kerja Terpadu PPM MBS Trenggalek Tahun 2026/Foto: Freda |
MBSMU.com – Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek menggelar Rapat Kerja Terpadu pada Selasa–Rabu (7–8/7/2026) di Aula MBS Putri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan jajaran dewan direksi sebagai langkah awal menyambut tahun ajaran 2026/2027.
Selama dua hari, peserta rapat akan membahas program kerja, tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang, serta menyusun agenda kegiatan santri selama satu tahun ke depan. Dengan perencanaan yang matang, seluruh program diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan saling mendukung.
Membuka kegiatan tersebut, Wakil Direktur Bidang Kurikulum sekaligus Kepala MA Muhammadiyah Trenggalek, Mujiarto, M.Pd.I., menyampaikan bahwa rapat kerja menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh keluarga besar MBS Trenggalek.
"Kegiatan ini kita laksanakan pada pekan terakhir libur semester. Selama dua hari ke depan kita akan membahas tugas pokok dan fungsi masing-masing, sekaligus menyusun kegiatan santri selama satu tahun agar pelaksanaannya lebih tertata dan tidak saling berbenturan," ungkapnya.
Ia berharap rapat kerja ini mampu menjadi penyemangat bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan amanah mendidik santri. Di akhir sambutannya, Mujiarto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berkomitmen mengikuti rangkaian kegiatan.
Sementara itu, sambutan Plt. Direktur MBS Trenggalek, Drs. Wicaksono, M.Pd.I., yang diwakili oleh Bahtiar Kholili, S.Pd., M.M.Pd., mengajak seluruh civitas MBS untuk semakin peduli terhadap kemajuan lembaga.
Menurutnya, perubahan zaman adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Karena itu, MBS harus terus beradaptasi agar mampu bertahan sekaligus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang semakin dipercaya masyarakat.
"Kita harus terus belajar dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Kalau tidak bisa beradaptasi, kita akan tertinggal. Karena itu dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan semangat untuk terus berkembang bersama," ujarnya.
Bahtiar menambahkan bahwa kemajuan MBS tidak bisa diwujudkan oleh satu atau dua orang saja. Dibutuhkan kerja sama, kepedulian, dan rasa memiliki dari seluruh guru serta tenaga kependidikan.
"Jadikan MBS sebagai kebutuhan bersama. Apa yang kita lakukan untuk kemajuan MBS pada akhirnya juga akan kembali kepada kita. MBS memiliki potensi yang besar karena menjadi harapan umat. Mari kita rawat dan kita kembangkan bersama dengan hati yang ikhlas," pesannya.
Melalui rapat kerja terpadu ini, MBS Trenggalek berharap seluruh program pendidikan, kepesantrenan, dan pengembangan kelembagaan selama satu tahun ke depan dapat tersusun dengan baik. Dengan semangat kolaborasi dan terus belajar menghadapi perubahan, MBS berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik serta mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. [Tim Redaksi]

COMMENTS