![]() |
| dr. Shofia menjelaskan pentingnya menerapkan PHBS di lingkungan sekolah/foto: Alif |
MBSMU.com – Rangkaian Forum Ta'aruf dan Orientasi (FORTASI) 2026 Santri Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek Kampus Putra memasuki hari ketiga pada Rabu (15/7/2026). Bertempat di Masjid Baitul Arqom, Kampus Putra MBS Trenggalek, Pogalan, para santri baru mengikuti tiga materi utama, yaitu tata cara wudu dan salat, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Tahfidhul Al-Qur'an.
Sesi pertama disampaikan oleh Nanang Eko Nurcahyanto, S.Pd.I., selaku Kepala Pengasuhan MBS Trenggalek Kampus Putra. Ia menjelaskan tata cara wudu dan salat sesuai tuntunan syariat Islam dengan metode yang menarik, yakni melalui lagu yang dinyanyikan bersama para santri sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
Selain menjelaskan setiap rukun dan gerakan wudu, Ustad Nanang, panggilan akrabnya, juga menguraikan hikmah salat sebagai ibadah utama seorang muslim. Para santri kemudian diberi kesempatan mempraktikkan tata cara wudu dan salat sebagai contoh di hadapan peserta lainnya.
![]() |
| Nanang Eko Nurcahyanto, S.Pd.I sedang menyampaikan materi kepada santri putra MBS Trenggalek/ foto: Luthfi |
"Wudu dan salat adalah ibadah yang dilakukan setiap hari. Karena itu, pelaksanaannya harus benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Jangan hanya hafal gerakannya, tetapi pahami juga makna dari setiap ibadah yang kita lakukan," pesan Ustad Nanang kepada para santri.
Sesi kedua diisi oleh tim Puskesmas Ngulankulon, Pogalan, Trenggalek melalui materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang disampaikan oleh dr. Shofia Shafa Khairunnisa bersama tim.
Dalam pemaparannya, dr. Shofia menjelaskan pentingnya menerapkan PHBS di lingkungan sekolah dan pesantren, seperti menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, rutin memotong kuku, serta menghindari jajan sembarangan. Ia juga mengingatkan para santri agar mewaspadai penyakit menular seperti penyakit kulit dan tuberkulosis (TBC).
Agar lebih mudah dipraktikkan, peserta diajak mempelajari enam langkah mencuci tangan yang benar melalui iringan lagu yang dinyanyikan bersama. Di akhir sesi, pemateri juga memberikan edukasi singkat mengenai HIV/AIDS dan bahaya merokok bagi kesehatan.
"Menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap individu. Kebiasaan kecil seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, dan memilih makanan yang sehat dapat mencegah berbagai penyakit," jelas dr. Shofia.
Pada sesi ketiga, Gunawan Wibisono, S.Pd.I. menyampaikan materi Tahfidhul Al-Qur'an. Ia mengawali penyampaiannya dengan mengajak para santri mensyukuri nikmat Allah SWT, terutama nikmat iman, Islam, dan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup yang membawa keselamatan di dunia maupun akhirat.
Menurutnya, kejayaan peradaban Islam tidak lepas dari kedekatan umat dengan Al-Qur'an. Oleh sebab itu, MBS Trenggalek bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Trenggalek terus menguatkan program Tahfidhul Al-Qur'an sebagai salah satu program unggulan pesantren dalam mencetak generasi Qur'ani.
"Menghafal Al-Qur'an bukan sekadar menambah hafalan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan," tutur Gunawan.
Melalui rangkaian materi pada hari ketiga FORTASI ini, diharapkan para santri baru tidak hanya memahami tata cara beribadah dengan benar, tetapi juga membiasakan pola hidup sehat serta semakin mencintai Al-Qur'an sebagai pedoman hidup selama menempuh pendidikan di Muhammadiyah Boarding School Trenggalek. [Tim Redaksi]


COMMENTS